
Dr Mikke Susanto MA menerima tanda mata berupa lukisan karya Lully Tutus. (foto-foto: dok)
iniSURABAYA.com | YOGYAKARTA – Setelah ditata sejak Februari 2026, akhirnya Ary’s Wabi Sabi Co & Cafe berdiri. Resmi dibuka, Senin (15/6/2026). Eloknya, peresmian kafe dibarengkan dengan pembukaan pameran seni rupa perdana yang dihelat di kafe tersebut.
Atas diresmikannya kafe dan pembukaan pameran, pemilik kafe, Lully Tutus, sangat bersyukur. Mengingat ia dan suaminya, Jaka Yulianta yang seorang pebisnis tak mengira Wabi Sabi berdiri di tengah kesulitan yang tengah mereka alami.
Semestinya, tak mungkin mendirikan kafe saat kabar buruk juga melanda semua orang. Banyak kabar buruk yang berkaitan dengan kondisi negara ini seperti melambungnya kurs rupiah, naiknya harga BBM, seretnya usaha, lesunya penjualan lukisan, dan lain-lain.
“Makanya puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, dengan rahmat-Nya, kafe ini berdiri di area Ary’s Garden Hotel Yogyakarta. Apalagi diramaikan dengan pameran seni rupa berjudul ‘Keindahan dalam Ketidaksempurnaan’ yang merupakan makna dari wabi-sabi,” kata Lully.
Karena itu, lanjut Lully, kafe yang terletak di tengah kota Yogyakarta itu bukan sekadar sebagai tempat nongkrong. Tetapi diharapkan sebagai wadah inklusif bagi para kreator untuk mengekspresikan ide-ide brilian dan tempat bertemunya gagasan baru di dunia seni yang terus berkembang.
















