
Dr Mikke Susanto MA menerima tanda mata berupa lukisan karya Lully Tutus. (foto-foto: dok)

Dr Mikke Susanto MA memotong tumpeng pertama sebagai tanda peresmian kafe dan pembukaan pameran seni rupa.
“Sebagai pendiri, saya sangat bangga dan terharu, kafe dan pameran terwujud bersamaan dan bisa dirayakan dengan banyak orang. Semuanya tampak antusias terlibat. Ada para tamu, pencinta seni, dan semua yang membantu mewujudkan mimpi kami berdua,” ujar Lully yang seorang perupa ini.
Secara khusus Lully mengucapkan terima kasih kepada Dr Mikke Susanto MA yang meresmikan kafe dan membuka pameran malam itu. ”Mas Mikke kebetulan kurator dua pameran tunggal saya di Jogja Gallery pada 2023 dan di Gramm Ambartukmo Hotel pada 2026,” tuturnya.
Juga kepada penulis pameran Heti Palestina Yunani yang juga penulis kedua pameran tunggalnya bersama Mikke. Dalam pameran itu jurnalis dari Surabaya itu menyertakan esainya dalam judul ‘Ketabahan di Bulan Juli’ yang terinspirasi puisi karya Sapardi Djoko Damono, ‘Hujan Bulan Juni’.
Selain Lully yang unjuk karya sampai 15 Agustus 2026 di kafe yang berlokasi di Jalan Suryodiningratan Nomor 29 Yogyakarta ini, ada 20 seniman lain yang diajaknya. Rata-rata adalah sahabat Anto-Lully yakni Awang Behartawan, Budi Ubrux, Chamit Arang, dan Dadi Setiyadi.
Selanjutnya ada nama Erica Hestu Wahyuni, Heri Purwanto, Klowor Waldiyono, Komroden Haro, Nasirun, Ridi Winarno, Rina Kurniyati, Rismanto, Samuel Idratma, Sigit Handari, Sinung Rubianto, Sulardi Wiyana, Tri Suharyanto, Ugo Untoro, Watie Respati, dan Yaya Maria.















