Kasus Kekerasan Anak Terus Meningkat, Forum Pendidikan Alternatif Ajak Warga Bergerak dari Tingkat Kampung

iniSURABAYA.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tak seharusnya berhenti pada seremoni tahunan. Di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, momentum ini menjadi pengingat bahwa menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga hingga masyarakat.
Pesan itu mengemuka dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang digelar Forum Pendidikan Alternatif (FPA) di Gedung Dharma Putra Swadaya, Jalan Sidotopo Wetan Baru 1A/25 Surabaya, Sabtu (18/7/2026).
Mengusung tema ‘Lingkungan yang Aman dan Layak bagi Anak’, kegiatan diawali dengan talkshow interaktif bertajuk Bertumbuh dan Berkembang di Lingkungan yang Aman serta Layak.
Pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Surabaya, kasus kekerasan terhadap anak masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
Sepanjang 2024, tercatat 573 kasus kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan di lingkungan pendidikan. Di tingkat Jawa Timur, lembaga pendidikan juga menjadi lokasi dengan jumlah kasus yang tinggi, meliputi kekerasan seksual, fisik, psikis, hingga tindakan diskriminatif.
















