
iniSURABAYA.com – Ada anggapan yang masih kuat di tengah masyarakat bahwa anak laki-laki harus selalu kuat, tidak boleh menangis, dan mampu menghadapi persoalan sendiri. Di balik tuntutan tersebut, tersimpan persoalan yang kerap luput dari perhatian: anak laki-laki juga bisa menjadi korban kekerasan, perundungan, hingga kekerasan seksual.
Karena itu, Dewan Pimpinan Cabang Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (DPC FPPI) Kota Surabaya bersama Rumah Sakit Daerah (RSD) Prof dr Moeljono menggandeng Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur dalam Deklarasi Bersama Kampanye ‘Ayahbunda, Anak Laki-Lakimu Butuh Kamu’.
Kampanye tersebut mengajak orang tua, lingkungan pendidikan, dunia olahraga, pemerintah, serta masyarakat untuk lebih peka terhadap kerentanan anak laki-laki dan menyediakan ruang yang aman bagi mereka untuk tumbuh, bercerita, sekaligus meminta pertolongan ketika menghadapi masalah.
Selama ini, perhatian terhadap perlindungan anak sering kali lebih banyak diarahkan pada kerentanan anak perempuan. Padahal, anak laki-laki juga menghadapi berbagai risiko, terutama ketika budaya ‘laki-laki harus kuat’ membuat mereka enggan menunjukkan emosi atau melaporkan kekerasan yang dialami.
Melalui deklarasi ini, ketiga lembaga tersebut menegaskan bahwa anak laki-laki memiliki hak yang sama untuk didengar, dilindungi, mendapatkan pendampingan psikologis maupun hukum, serta terbebas dari kekerasan baik secara langsung maupun di ruang digital.
















