Efek Social Distancing, Kunjungan ke UTD PMI Surabaya Merosot 60%

595 views
PMI Kota Surabaya berharap masyarakat tetap melakukan donor, sebab stok darah mengalami penurunan hingga 60 persen sejak merebaknya virus corona.

iniSURABAYA.com – Pandemi Corona Virus Disease (Covid) 19 yang tak kunjung berakhir ternyata membawa dampak pada ketersediaan stok darah di PMI Kota Surabaya.

Akibat pembatasan aktivitas masyarakat (social distancing) untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini  membuat kunjungan ke Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Surabaya di Jl Embong Ploso menurun drastis.

Penurunan pasokan darah di UTD PMI Kota Surabaya ini mencapai hingga 60 persen. “Kekurangan pasokan darah itu karena minimnya pendonor. Bahkan 40 program donor darah kolektif yang telah kami rencanakan juga dibatalkan,” ujar Tri Siswanto, Wakil Ketua 1 PMI Kota Surabaya.

Tri Siswanto memaparkan, sebelumnya setiap hari PMI Surabaya bisa menampung 450 kantong darah. Semenjak isu corona merebak dan masyarakat dihimbau untuk menghindari kerumunan, stok darah di PMI Kota Surabaya turun hingga menjadi 180 kantong saja. 

Jumlah ini tentu sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, saat ini PMI Kota Surabaya bahkan tidak bisa melayani 1.200 permintaan darah dari kepulauan Madura dan beberapa kota di Jawa Timur yang menjadi mitra PMI Kota Surabaya.

Menurut Tri, sebagai lembaga sosial, PMI Surabaya harus membantu daerah lain yang kekurangan pasokan. “Saat ini saja beberapa wilayah PMI sudah kekurangan darah. Kami sebagai pekerja sosial harus saling membantu, akibatnya kami juga sedang kekurangan (stok) darah,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi penurunan stok darah tersebut, lanjut Tri, PMI Kota Surabaya telah meminta bantuan Polda Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya untuk membantu mendonorkan darah para anggotanya.

PMI juga mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan donor darah tapi secara kelompok kecil dan menghindari kerumunan.

“Jadi kami meminta pendonor tetap melakukan donor darah, tetapi dilakukan secara kelompok kecil,” tuturnya.

Tri berharap pendono tetap datang secara individual ke kantor UTD PMI Surabaya. “Atau bisa pula menggelar donor darah dengan pembagian jadwal pendonor secara bergantian,” sarannya.

Tri menegaskan, di tengah ancaman penyebaran COVID-19 saat ini, donor darah tetap aman. Pasalnya pendonor sebelumnya dipastikan sehat dan darahnya.

Selain itu, juga dilakukan skrining sehingga bisa tahu riwayat penyakit pendonor. “Misalnya jika temperatur 37 tidak boleh masuk. Mereka akan diwawancara terlebih dahulu oleh tim dokter. Kami lakukan skrining ketat pada pendonornya,” katanya.

Ditemui di tempat yang sama, Budi Arifah, Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kota Surabaya mengatakan, pihaknya telah melakukan antisipasi menyikapi merebaknya Covid-19, diantaranya dalam bentuk sterilisasi ruangan hingga laboratorium.

Selain itu staf juga dioptimalkan memakai alat pelidung diri (APD), serta penyediaan tempat cuci tangan dan pembersih tangan atau hand sanitizer.

“Kami juga menyediakan bantuan untuk penyemprotan disinfektan di layanan umum. Meskipun bahan untuk disinfektan sudah mulai menipis juga,” bebernya. dit

#donordarah #PMISurabaya #socialdistancing #viruscorona

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)