
War, The Sugar Spun

iniSURABAYA.com – Setelah merilis single bertajuk ‘Trapped in The Ice’ di bulan Maret lalu, The Sugar Spun kembali hadir lewat video musik perdana mereka, ‘War’.
Unit indie rock asal Bandung yang dibentuk Fathir Dzaki dan Rashied Muhammad di tahun 2018 ini menyatakan, sajian tersebut sebagai bentuk follow-up dari EP mereka sebelumnya yang dirilis di penghujung 2019.
Disutradarai oleh Junita Syauni dan Tasha Azzahrah yang bertindak sebagai pembuat cerita dan merangkap sebagai director of photography, video musik ‘War’ yang seluruh pengambilan gambarnya mengambil tempat di Makassar, bercerita tentang seorang pemuda yang jatuh cinta terhadap sahabatnya sendiri.
Lantas apakah jatuh cinta dengan sahabat adalah hal yang benar-benar menyenangkan? Di menit awal pendengar —dan tentunya penonton karena konteksnya adalah video musik— akan disuguhi realitas pertemanan yang senyata-nyatanya melalui perilaku dan mimik.
Begitu juga dengan hal-hal yang mungkin biasa semua orang lakukan bersama teman-temannya seperti hangout, berkendara keliling kota, hingga memutar lagu favorit ketika sedang berkendara.
Adegan itu berlangsung, sebelum kemudian dibawa ke perjalanan gelap mereka di dalam gedung terlantar dan memperlihatkan sang pemeran pria mulai menaruh perasaan kepada sahabatnya sendiri.
Sedikit banyak terinspirasi dari tema ‘Urban Love Stories’, karya yang berdurasi empat menit ini dilepas di kanal YouTube The Sugar Spun pada Kamis (4/6/2020). wid















