Odol Ternyata Jadi Penyebab Terbesar Seringnya Kecelakaan Truk di Indonesia

369 views

iniSURABAYA.com | JAKARTA – Pemberlakukan new normal menyusul pandemic Covid-19 membuat lalu lintas kendaraan komersial seperti truk, kontainer, dan bus kembali ramai.

Tetapi di sisi lain, kondisi ini menimbulkan persoalan lama yaitu tingginya risiko kecelakaan yang mengintai jenis kendaraan tersebut.  

Bertolak dari kasus-kasus pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan yang menimpa truk, Yoonsoo Shin, President Hankook Tire Sales Indonesia, mengajak pengemudi truk di Indonesia untuk fokus melakukan tindakan preventif kecelakaan mulai dari diri sendiri dengan menghentikan kebiasaan buruk dalam berkendara.  

Produsen ban asal Korea Selatan ini melihat ada tiga perilaku buruk dalam berkendara yang perlu menjadi perhatian. Pertama, pengendara truk sering berkendara melewati batas kecepatan dan muatan berat beban yang telah ditentukan.

Sebagian pengemudi kendaraan komersial memilih berkendara dengan kecepatan tinggi yang menyebabkan tidak stabilnya laju kendaraan, sehingga mengurangi efisiensi bahan bakar truk.

Truk yang membawa muatan besar dengan kecepatan tinggi juga berpotensi mengurangi keseimbangan kendaraan dan memicu terjadinya truk terbalik.  

“Masalah manajemen waktu berkendara ini tergolong klasik, sering disepelekan namun bisa berdampak fatal,” tegas Yoonsoo Shin.

Shin mengingatkan, bila truk ingin menambah kecepatan dalam batasan yang ada, usahakan untuk menekan pedal dengan halus di gigi rendah dan kemudian beralih ke gigi tinggi saat ingin menambah kecepatan.

“Akselerasi yang cepat dan kuat membuat mesin bekerja lebih keras, sehingga dapat mengkonsumsi bahan bakar berlebih,” ungkapnya.  

Selain itu, kecepatan yang tinggi akan mempengaruhi performa ban karena akan semakin menghasilkan banyaknya gesekan dengan aspal dan panas yang sangat tinggi.

Paparan panas yang terlalu lama inilah yang akan menghaluskan karet dan melemahkan ban, apalagi bila melebihi batas yang telah ditentukan.  

Untuk menunjang kenyamanan pengemudi kendaraan komersial dalam berkendara secara aman dan nyaman, Hankook Tire menyediakan layanan untuk mengetahui kapasitas ban, mulai dari indeks tingkatan beban yang menjadi patokan berat maksimum yang dapat ditopang oleh satu unit ban pada kendaraan, dan kecepatan simbol yang menunjukkan kecepatan maksimum bagi berat tertentu yang ditunjuk oleh perusahaan manufaktur dapat didukung oleh ban.

Informasi ini dapat diakses melalui situs resmi Hankook Tire Indonesia. Pengetahuan ini sangat bermanfaat sebagai bekal para fleet customers untuk menentukan ban yang tepat sesuai kebutuhan usaha mereka.  

“Setiap ban pasti memiliki peringkat kecepatan dan berat maksimum yang tertera tepat di dinding samping ban. Usahakan untuk tidak melebihi kecepatan atau berkendara di dekat batas yang telah ditetapkan dan tidak membawa muatan melebihi batas yang ada,” ujar Shin. 

Persoalan truk yang mengalami kondisi Over Load dan Over Dimension (Odol) juga menjadi salah satu penyebab terbesar seringnya kecelakaan truk di Indonesia.  

Kedua, pengendara truk sering menggunakan persneling netral saat melaju di jalan menurun atau landai. Alih-alih bermaksud untuk melakukan efisiensi bahan bakar, hal ini malah memicu terjadinya proses pengereman yang terlalu kuat (braking skid) atau rem panik, sehingga ban terkunci dan berhenti berputar, yang berpotensi mengakibatkan terjadinya kecelakaan beruntun. 

Untuk mengantisipasi daya cengkeram ban terhadap proses pengereman, selain didukung oleh perilaku pengemudi yang tertib, Hankook Tire juga meluncurkan berbagai produk ban TBR (truck and bus) yang memberikan daya cengkeram tinggi dan berkualitas agar tidak terjadi slip ban. 

Beberapa produk unggulannya antara lain AH30 yang didesain serbaguna untuk semua posisi ban dan berbagai jenis operasional perusahaan angkutan, AM81 dengan performa traksi dan daya cengkram yang luar biasa untuk jalan raya dan non-jalan raya seperti cargo atau truk jungkit, dan berbagai produk TBR lainnya untuk beragam kebutuhan operasional fleet.  

Ketiga, kebiasaan berkendara tanpa memperhatikan lubang dan bahaya jalan lainnya. Pengemudi truk yang ceroboh berkendara di atas lubang, dan kerusakan jalan lainnya dapat merusak ban, sistem kemudi, sistem suspensi, dan lainnya. 

Karena itu, cara terbaik untuk menghindari bahaya jalan adalah tetap waspada terhadap lingkungan dengan mengganti jalur atau memperlambat laju kendaraan untuk menghindari kerusakan.  

Kebiasaan berkendara yang baik pada akhirnya berdampak baik pula pada kondisi ban, sebagai satu-satunya elemen yang bersinggungan langsung dengan jalan.

“Kondisi ban jangan sampai terlupakan, khususnya dalam menjaga tekanan angin. Apabila tekanan ban terlalu tinggi dapat membuat daya cengkram ban terhadap permukaan jalan menjadi berkurang,” cetus Shin.

Sedangkan tekanan ban yang terlalu rendah dapat membuat ban cepat panas dan cepat rusak, serta menyebabkan konsumsi bahan bakar jadi boros.

“Karena itu, memilih ban berkualitas dan melakukan perawatan secara berkala itu jadi hal penting,” imbuhnya.  

Untuk mengatasi permasalahan kebiasaan mengemudi tersebut, Hankook Tire menyediakan program pelatihan pengemudi untuk dapat memaksimalkan pemakaian ban.

Adapun materi yang dapat dipelajari dalam program ini antara lain dasar-dasar pengetahuan ban, perawatan ban, pre-check sebelum mengemudi, dan lain-lain.

Para pengusaha angkutan truk dan bus yang menjadi pelanggan Hankook Tire dapat mengikutsertakan pengemudi yang bekerja di perusahaannya pada program ini, langsung di workshop atau garasi pelanggan fleet. wid 

#ban #hankooktiresalesindonesia #koreaselatan #pandemic

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)