Patuhi Protokol Kesehatan, Bagi Pelanggar Bakal Dikenakan Sanksi Denda Hingga Rp 25 Juta!

Disiplin memakai masker saat berada di luar rumah diperlukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

iniSURABAYA.com – Pemkot Surabaya bakal memperketat protokol kesehatan dengan memberlakukan sanksi denda pada masyarakat yang tidak patuh memakai masker saat di luar rumah.

Sesuai ketentuan yang dituangkan dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 67 Tahun 2020 di Pasal 38, besaran denda bagi warga yang melakukan pelanggaran ini adalah Rp 150.000.

Bacaan Lainnya

Dalam Perwali yang dikeluarkan pada tanggal 22 Desember 2020 lalu itu disebutkan sanksi administrasi bagi pelanggar protokol kesehatan hingga denda perorangan dan usaha.

“Jadi warga yang tertangkap tidak patuh protokol kesehatan atau tidak memakai masker di luar rumah dapat didenda Rp 150.000,” tegas Irvan Widyanto, Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Pemkot Surabaya.

Kepala BPB Linmas ini menekankan, penerapan protokol kesehatan itu dilakukan dalam rangka pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya.  

“Pelanggaran prokes yang dimaksud adalah tidak memakai masker saat keluar rumah, berkerumun di suatu tempat, dan tempat usaha yang masih buka lebih dari pukul 22.00 WIB,” ungkapnya.

Dalam Perwali 67 itu, lanjut Irvan, sanksi administratif bisa itu meliputi, penyitaan KTP, pembubaran kerumunan, penutupan sementara kegiatan/penyegelan.

Kemudian, pelanggar prokes bisa dikenakan denda administratif dengan tarif Rp 150.000 untuk perorangan dan Rp 500.000 sampai Rp 25 juta untuk pelaku usaha. Sanksi juga bisa mengarah pada pencabutan izin usaha.

“Kami berharap masyarakat lebih patuh. Pandemi belum selesai, kita harus bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19,” tuturnya. dit/dbs

Pos terkait