Keris Perlu Perawatan Khusus dan Dibersihkan pada Hari Tertentu, Ternyata Ini Tujuannya

381 views
Agus Riyanto atau yang dikenal dengan nama Agus Keris sedang memamerkan Keris Nogo Sosro yang bertahtakan emas di bagian gagangnya.

iniSURABAYA.com – Bagi penggemar barang antik, khususnya keris, kali ini bisa memenuhi penasaran atau mendapatkan koleksi terbaru. Di Atrium lantai LG Ciputra World Surabaya digelar acara ‘Gemstone & Antiques Fair’ yang berlangsung hingga Minggu (28/2/2021).

Ragam keris tersebut ada di stan Agus Riyanto. Dan salah satu keris andalannya adalah keris Nogo Sosro karena sempat menggegerkan negeri ini lantaran konon adalah keris Pangeran Diponegoro yang ‘dikembalikan’.

“Memang ada versi yang berbeda. Ada yang bilang –sesuai catatan museum—bahwa keris Diponegoro itu Nogo Siluman, bukan Nogo Sosro,” paparnya kepada iniSurabaya.com.

Baca Juga : http://inisurabaya.com/2021/02/pameran-aneka-bebatuan-dan-barang-antik-dari-batu-akik-hingga-keris-nogososro/

Keris yang pernah ditawar dengan harga Rp 150 juta ini memiliki sembilan luk (lekukan). Keris ini kian terlihat ‘berwibawa’ karena ada hiasan emas di bagian gagangnya.

Agar terawat dengan baik, pria yang sudah 20 tahun mengoleksi keris hingga berjumlah ribuan ini mengaku keris dari bahan logam ini cukup diolesi pakai minyak yang beraroma wangi seperti cendana atau melati.

“Tujuannya untuk mencegah karat pada permukaan keris. Bukan berarti keris itu memiliki aura mistis di dalamnya,” papar pria yang dikenal dengan nama Agus Keris ini. 

Agus menyarankan, ketika melakukan pembersihan sebaiknya menggunakan alat seperti kuas atau sikat. “Jangan kapas, sebab serabutnya bisa nyangkut di keris,” kata Agus yang sempat pamerkan benda-benda pusakanya itu di beberapa negara.

Mengenai waktu untuk membersihkan keris, Agus menegaskan bisa dilakukan setiap waktu. “Tetapi ada pula yang meyakini sebaiknya dilakukan pada waktu-waktu tertentu,” imbuhnya.

Tanggal 1 Suro menurut penanggalan Jawa atau Muharam menurut penanggalan Islam, kata Agus, dikenal sebagai saatnya membersihkan keris. “Selain itu, keris juga bisa dibersihkan berdasar weton (hari kelahiran, red) pemiliknya, seperti Selasa Kliwon, Jumat Legi, Jumat Kliwon, atau juga ketika bulan purnama,” tandas Agus.

“Pada jaman dahulu, keris memiliki fungsi utama sebagai senjata tajam pusaka untuk membela diri dari serangan musuh,” urainya.

Di era modern, keris digunakan sebagai kelengkapan busana upacara kebesaran. “Keris juga dipercaya sebagai senjata pusaka yang memiliki daya gaib atau tuah,” imbuhnya.

Beberapa barang antik seperti bambu antik, kepala rusa, dan bokor juga hadir dalam pameran ini. Setiap akhir pekan, kompetisi diadakan pada pukul 14.00 dan lelang pada pukul 16.00.

Komunitas Seniman Surabaya Barat juga ikutan gabung membuka lapak mereka dengan karya lukis. dit

#aguskeris #antiquesfair #ciputraworldsurabaya #gemstone #nogososro #pamerankeris

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)