Pameran Aneka Bebatuan dan Barang Antik, dari Batu Akik hingga Keris Nogososro

808 views
Agus Riyanto menjelaskan sejarah dan ragam keris yang dipajang kepada pengunjung ‘Gemstone and Antiques Fair’ di LG Atrium Ciputra World Surabaya.

iniSURABAYA.com – Aneka batu mulia, permata dan juga batu akik sempat booming di negeri ini pada periode 2015. Konsumennya tak hanya dalam negeri tetapi juga sampai mancanegara.

Meski belakangan tidak seheboh lima tahun silam, pamor bebatuan ini ternyata belum pupus. Itu pula yang melatari digelarnya ‘Gemstone and Antiques Fair’ di LG Atrium Ciputra World Surabaya.

Ratusan bebatuan berbagai jenis dari sejumlah pelosok Tanah Air dipamerkan hingga Minggu (28/2/2021). Batu akik yang dipamerkan antara lain berjenis calsedon, pirus, motif, bacan, garut, dan batu Pacitan.

Beberapa jenis batu ini memiliki keunikan dan keindahan yang berbeda. “Beberapa jenis batu akik dipercaya bisa membawa pengasihan, kewibawaan, dan penglarisan,” ujar Stephana Fevriera, PR & Promotion Ciwo Mall Surabaya kepada iniSurabaya.com.

Tak hanya bebatuan, di arena pameran yang sama juga dipajang barang pusaka, seperti keris maupun barang-barang antik lainnya.

Salah satu yang menarik diantara keris yang dipamerkan adalah keris Nogososro. Jenis keris yang sama ini juga dimiliki pahlawan nasional Pangeran Diponegoro.

Agus Riyanto yang turut memajang puluhan keris koleksinya di ajang pameran tersebut menyatakan, keris terbagi menjadi tiga kategori, yaitu keris tua, keris enom-enoman, dan keris kamardikan yakni keris yang dibuat setelah Indonesia merdeka.

“Kekuatan simbolik keris terletak pada ‘pamor’ yaitu bahan campuran pembuatan keris yang berupa besi meteor,” paparnya.

Jenis bahan ini mengandung unsur besi dan nikel. Beberapa jenis pamor yang digemari adalah junjung, drajat, ujung gunung, blarak, ron genduru, dan melati.

“Pada jaman dahulu, keris memiliki fungsi utama sebagai senjata tajam pusaka untuk membela diri dari serangan musuh,” urainya.

Di era modern, keris digunakan sebagai kelengkapan busana upacara kebesaran. “Keris juga dipercaya sebagai senjata pusaka yang memiliki daya gaib atau tuah,” imbuhnya.

Beberapa barang antik seperti bambu antik, kepala rusa, dan bokor juga hadir dalam pameran ini. Setiap akhir pekan, kompetisi diadakan pada pukul 14.00 dan lelang pada pukul 16.00.

Komunitas Seniman Surabaya Barat juga ikutan gabung membuka lapak mereka dengan karya lukis. dit

#antiquesfair #ciputraworldsurabaya #gemstone #keris #pameranbendaantik

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)