Tekan Pergerakan Masyarakat di Saat Libur Panjang, Pemerintah Pangkas Cuti Bersama Jadi Tinggal 2 Hari

113 views
ILUSTRASI : Pemerintah memangkas cuti bersama pada 2021 untuk menekan pergerakan masyarakat di saat libur panjang.

iniSURABAYA.com – Pemerintah memangkas cuti bersama tahun 2021 dari semula tujuh menjadi dua hari. Kesepakatan atas cuti bersama tahun 2021 tersebut diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Peninjauan SKB Cuti Bersama tahun 2021 yang dipimpin Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Senin (22/2/2021).

“Setelah dilakukan peninjauan kembali, maka cuti bersama dikurangi dari semula tujuh hari menjadi hanya tinggal dua hari saja” ujar Muhadjir dalam rapat tersebut dikutip dari siaran pers.

Pemangkasan ini tertuang Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 tahun 2020 tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021.

Menurut Muhadjir, cuti bersama tahun 2021 yang dipangkas lima hari adalah cuti bersama dalam rangka Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada 12 Maret.

Kemudian cuti bersama Idul Fitri 1442 Hijriah pada 17, 18, 19 Mei dan Hari Natal 2021 pada 27 Desember.

Sementara cuti bersama yang tetap adalah dalam rangka Idul Fitri 1442 Hijriah pada 12 Mei dan Hari Natal 2021 pada 24 Desember.

“Pertimbangan mengapa masih diberikan satu hari menjelang Idul Fitri dan satu hari menjelang Natal, agar memudahkan Polri dalam mengelola pergerakan masyarakat,” tegasnya.

Muhadjir berharap dengan kebijakan itu tidak sampai terjadi penumpukan pada satu hari dan justru akan berbahaya.

Muhadjir mengatakan, alasan pengurangan libur cuti bersama tahun 2021 tersebut juga karena melihat kurva peningkatan Covid-19 belum melandai. Padahal berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah untuk menurunkannya.

“Sehabis libur panjang, ada kecenderungan kasus Covid-19 mengalami peningkatan. Mobilitas masyarakat cenderung naik. Sementara itu program vaksinasi sedang berjalan,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Muhadjir, pemerintah meninjau kembali cuti bersama yang dapat mendorong terjadinya arus pergerakan orang. Sebab mobilitas masyarakat yang padat sangat berpengaruh terhadap peningkatan kasus Covid-19. wid

#cutibersama #harinatal #idulfitri

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)