Jangkau Masyarakat Lebih Luas, Indosat Ooredoo Hutchison Tegaskan Bakal Bangun 11.000 BTS di seluruh Indonesia

374 views
Jajaran direksi Indosat Ooredoo Hutchison saat berkunjung ke Kantor Regional East Java and Bali Nusra (EJBN) di Surabaya.

iniSURABAYA.com – Bergabungnya perusahaan telekomunikasi yang kini menjadi Indosat Ooredoo Hutchison dipastikan tidak berdampak pada pelanggan, khususnya di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

Pelanggan justru bakal menerima layanan dan penawaran menarik, yaitu bebas menelpon sebulan bagi sesama pengguna Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) hingga 200 menit sehari sejak 4 Januari 2022.

“Progam ini sebagai tanda terima kasih atas kepercayaan pelanggan,” ungkap Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison saat berkunjung ke Kantor Regional East Java and Bali Nusra (EJBN) di Surabaya bersama jajaran dewan direksi dan chief lain, Kamis (27/1/2022).

Vikram mengatakan dengan visi barunya menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di Indonesia, IOH kini memiliki sekitar 17.500 BTS 4G di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Secara nasional, data kuartal III 2021, tercatat 97.863 BTS 4G.

Setelah merger, Indosat Ooredoo Hutchison memiliki 3.900 karyawan, customer base sebanyak 100 juta pelanggan. “Ini semakin memperkuat posisi kami menjadi perusahaan telekomunikasi digital paling dipilih dan memainkan peran penting mendorong transformasi digital di Indonesia, khususnya di wilayah tersebut,” tegasnya.

Ditambahkan pula, dalam upaya menambah populasi yang bisa ter-cover jaringan IOH jadi semakin besar, perusahaan ini bakal membangun lebih dari 11.000 BTS baru hingga 2025 di seluruh Indonesia khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Upaya tersebut juga sebagai penegasan komitmen IOH dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia.

Vikram mengatakan Surabaya menjadi kota pertama yang dikunjungi paska Indosat Ooredoo Hutchison mulai beroperasi. Pertimbangannya, kota ini memiliki demand  tinggi terhadap digitalisasi di berbagai sektor, termasuk perdagangan, industri, dan pendidikan, yang sejalan dengan komitmen berkelanjutan perusahaan mengakselerasi transformasi digital di Indonesia.

“Perlambatan Covid-19 mendorong tumbuhnya sektor-sektor strategis di Surabaya. Salah satunya sektor informasi dan telekomunikasi akibat kebiasaan new normal yang membutuhkan koneksi internet, pertumbuhan sektor-sektor strategis di Surabaya juga mulai terdorong, seperti industri manufaktur dan perdagangan,” tandasnya.

Vikram lalu merujuk data terbaru BPS, industri informasi dan komunikasi di Surabaya mengalami pertumbuhan ekonomi kedua tertinggi yakni sebesar 7,19 persen.

Sementara itu, industri perdagangan besar dan eceran menjadi sektor unggulan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya sebesar 26,2 persen, disusul industri pengolahan sebesar 19,37 persen.

Surabaya juga salah satu kota yang menjadi fokus IOH dalam membangkitkan kembali sektor-sektor strategis salah satunya melalui peluncuran layanan komersial 5G di kota tersebut pada September tahun lalu.

Sejumlah use case canggih ditampilkan dalam peluncuran tersebut untuk mendorong sektor-sektor produktif lokal, seperti cetak biru Smart Corridor di Jember dan konsep Smart City di Surabaya.

“Juga merevolusi pembelajaran jarak jauh dengan teknologi Augmented Reality (AR), mengembangkan telemedicine, serta memanfaatkan konektivitas Internet-of-Things (IoT) untuk keselamatan (safety) dan tata kelola (governance),”paparnya.

Vikram mengungkapkan pula bahwa pertumbuhan yang menjanjikan dari perekonomian digital di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara mendorong IOH untuk fokus memberdayakan anak muda dan talenta digital di Surabaya.

Salah satunya melalui kolaborasi dengan Institut Tekologi Sepuluh Nopember (ITS), Nokia, dan Universitas Oulu, Finlandia, dalam mendirikan ITS 5G Experience Center sebagai pusat pengetahuan, kreativitas, dan keunggulan untuk mendorong inovasi 5G dan memberdayakan talenta digital lokal di Surabaya dan sekitarnya.  Diantaranya dengan memberi akses pada fasilitas, komunitas penelitian, dan pengembangan global, menyediakan program sertifikasi untuk menjadi ahli 5G profesional yang diakui, serta menyediakan jalur untuk pengembangan karier dan kewirausahaan di masa depan.

Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu IOH juga melakukan kerja sama dengan Universitas Udayana berupa penyediaan koneksi internet dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas dan berbagai kegiatan di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Indosat Ooredoo Hutchison memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang lebih baik dalam mendukung implementasi Smart City dan Smart Corridor sekaligus memberdayakan talenta digital lokal di Surabaya dan sekitarnya dengan memanfaatkan layanan komersial 5G yang telah hadir tahun lalu.

“Kami berkomitmen terus menjadi penggerak digital di Regional EJBN dan memainkan peran lebih besar dalam menghubungkan dan memberdayakan anak muda, industri, dan masyarakat agar bisa bangkit dari pandemi,” tutur Vikram. ap

#5G #bts #indosatooredoohutchison #IOH #telekomunikasi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)