

iniSURABAYA.com – Pandemi yang belum juga benar-benar hilang dari permukaan bumi ini membuat segala lini kehidupan berubah. Termasuk aktivitas di jagad kesenian, khususnya seni olah vokal.
Sempat kelimpungan lantaran tekanan Covid-19, Desy Agustina sadar harus merubah format pendidikan yang dia berikan pada murid-muridnya yang ingin mendalami ketrampilan menyanyi.
Desy mengaku awalnya khawatir animo masyarakat untuk belajar menyanyi surut seiring terus merebaknya virus Corona tersebut. Tetapi, Juara 3 Dream Girls (Global TV) ini menyatakan bahwa kekhawatiran tersebut tak beralasan.n.
Faktanya, muridnya tetap mengalir. Menurut pengakuan sejumlah murid, mereka ingin belajar menyanyi tak semata ingin jadi penyanyi profesional.
“Alasan utama, mereka bilang bernyanyi itu menyenangkan dan menyehatkan pikiran. Mereka mengaku les bernyanyi dengan tujuan supaya tidak stres,” ujar finalis di sejumlah ajang penggalian bakat macam The Voice (Indosiar), dan Golden Memori (Indosiar) ini kepada iniSurabaya.com.
Dan meski dilakukan secara daring, kata Desy, antusiasme masyarakat yang ingin mendalami olah vokal ini sama sekali di luar dugaannya. “Saat pandemi saya malah panen murid,” tandasnya.

Yang menggembirakan, edukasi olah vokal lewat daring tak hanya diikuti peserta dari Surabaya. “Muridku ada yang dari berbagai provinsi Indonesia. Bahkan ada yang paling jauh domisili di Jerman,” ungkapnya.
Setelah berlangsung sekitar dua tahun mengajar vokal secara daring, Desy berniat uji ketrampilan muridnya itu lewat ajang Singing Creative Contest. “Program ini sebetulnya muncul karena ada kegelisahan. Kita butuh apresiasi dan aktualisasi. Kalau terus menerus latihan nyanyi tanpa uji nyali, rasanya ada yang kurang,” imbuhnya.
Guru vokal dan vocal director asal Surabaya ini menekankan, murid-murid harus mendapatkan pengalaman kompetisi dengan peserta se-Indonesia supaya akhirnya bisa menganalisa dirinya sendiri dan menemukan kekurangan dan kelebihan potensi yang dimiliki.
Desy ‘menantang’ peserta SCC (Singing Creative Contest) tanpa batasan tema khusus. “Tema utama adalah Creative. Artinya peserta harus menunjukkan kreativitas semaksimal mungkin dalam bernyanyi,” cetusnya.
Peserta juga tidak dilarang untuk melakukan improvisasi. “Penyanyi yang bagus itu banyak, tetapi yang bisa berimprovisasi itu tidak banyak. Karena itu justru diharapkan adanya improvisasi dari peserta,” tandasnya.
Aksi peserta dalam membawakan lagu itu diharapkan sudah dikirim ke pihak penyelenggara paling lambat tanggal 5 Maret 2022. “SCC yang baru pertama kali saya adakan ini terbagi dua kategori, yaitu untuk peserta SD dan SMP,” cetusnya.
Peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 75.000. Juri akan menetapkan Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 dengan hadiah masing-masing Rp 500.000, Rp 300.000, dan Rp 200.000.
Informasi lebih lengkap bisa disimak di akun Instagram @desyagustina atau menghubungi WA: 082244228200. ana
















