
Dokter Mita menyatakan pula bahwa hingga kini belum ada teknologi yang merubah gen seseorang jadi gen orang lain. “Gen orang Indonesia dengan kulit sawo matang ini tidak bisa jadi gen orang Korea yang kulitnya putih,” katanya.
Yang penting, lanjut dokter Mita, yang penting adalah punya kulit sehat. “Yang selalu kami kampanyekan adalah jangan lagi ada keinginan untuk punya kulit putih. Tetapi bagaimana merawat kulit pemberian Tuhan itu agar selalu sehat.

Dokter Mita mengingatkan, jika seseorang memaksakan diri memiliki jenis kulit berbeda, orang itu akan terjerumus menggunakan produk-produk tidak aman, termasuk produk yang mengandung bahan merkuri.
Diakui dokter Mita, merkuri memang bisa memutihkan kulit secara cepat. “Tetapi efek besar di kemudian hari yang bisa bahaya. Rawat kulit kan tidak hanya untuk hari ini,” ucapnya.
Pernyataan senada dilontarkan dr Nurina Dhani Rahmayanti SpDV MKed Klin. “Jadi produk yang kami rilis ini untuk menjawab keresahan masyarakat terhadap skincare abal-abal. Kulit rusak karena penggunaan skincare tidak tepat,” katanya.
DERMStory yang diformulasikan oleh empat spesialis penyakit kulit dan kelamin ini, ujar dokter Dhani, tidak hanya berguna untuk kulit. “Tetapi juga ada misi edukasi di setiap produk kami. Yuk kita rawat kulit sebaik-baiknya agar sehat dan cantik,” tutur dokter Dhani. ap
















