Murid SGS Wisata Bukit Mas Aplikasikan Ketrampilan Hidup dari Teori STEAM, Inilah Wujud Karya Mereka

Menurut Feriana Susanti, Kepala SD SGS Wisata Bukit Mas, Project Based Assessment ini untuk memberi bekal para siswa agar tangguh dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Tugas atau projek yang diberikan bukan hanya dikerjakan dan dikumpulkan, tetapi juga dipresentasikan saat gelar pameran karya siswa. Dalam saat bersamaan juga diputar video kegiatan siswa saat menyelesaikan tugas masing-masing.
Feriana Susanti menambahkan, PBA ini merupakan kegiatan rutin SGS yang diterapkan pada semua siswa mulai kelas 1 sampai kelas 6. “Program ini menjadi klop ketika pemerintah menerapkan program Unjuk Kerja dan Karya,” tuturnya.

Jadi, lanjut Feriana, projek yang dilakukan siswa ini merupakan penerapan ‘STEAM’ atau Science, Techonology, Engineering, Art, Mathematics yang diberikan guru di kelas.
“Untuk bikin kue misalnya, mereka harus mengukur kesesuian takaran bahan-bahannya, lalu proses mengolah, hingga menyajikan dalam kemasan yang sudah ditempel label sehingga terlihat menarik,” imbuhnya.
Hal yang sama ketika siswa pria membuat diorama rumah 3 dimensi. “Mengukur pondasi, tinggi rumah agar presisi, hingga menghiasi taman dengan mainan dan kolam semuanya merupakan hasil penerapan STEAM itu,” cetusnya.
Sebagai sekolah berstatus Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), kata Feriana, SGS Wisata Bukit Mas berkomitmen memberikan program dan kurikulum yang selaras dengan pendidikan di era revolusi industri 4.0, yaitu pendidikan berorientasi masa depan.
“PBA ini merupakan aplikasi dari ‘life skills’ atau ‘ketrampilan hidup’ yang diwujudkan dalam kurikulum dan program kegiatan sehari-hari,” pungkasnya. ap
















