
“Doa bersama ini insyaallah dihadiri 400 orang dari kalangan saudara dan warga sekitar,” paparnya.
Ditemui di tempat yang sama, Ahmad Muzakky Al-Hamidz, penasehat Huffadz Jawa Timur menekankan bahwa khataman Quran tersebut sudah berlangsung dan rutin dilakukan sejak Abdul Muid sebelum meninggal.
“Kita yakini jika kita meneruskan sesuatu yang disenangi ahli kubur, itu akan menambah kebahagiaan dan keberkahan di alam barzah,” tandasnya.

Di sisi lain, doa-doa tersebut diharapkan pula membawa efek positif bagi lembaga pendidikan yang menaungi SMP dan SMA Shafta ini. “Harapannya tentu anak-anak yang sekolah di sini diberi kemudahan dan kelancaran. Mereka jadi generasi muda yang gemilang terutama dalam hal Al-Quran,” ucapnya.
Ahmad Muzakky berharap mereka yang menempuh pendidikan di sekolah berbasis Islam itu dapat aura positif dari Al-Quran yang dibaca para hafidz dan hafidzah. “Sehingga jika nanti jadi dokter, dokter yang mengerti Quran, arsitek yang mengerti Quran. Juga jadi politikus, birokrat, serta pengusaha yang hafal Quran,” imbuhnya.















