
Juga muncul informasi bahwa tawanan asing Jepang akan diangkut oleh pasukan sekutu pemenang perang yaitu RAPWI. Di sisi lain, terlihat pula orang-orang bule bersuka cita dengan menggelar pesta ala Barat dengan aksi dansanya.
Fenomena ini menimbulkan kecurigaan warga Surabaya ada gelagat Belanda ingin kembali menguasai negeri ini. Kecurigaan semakin menguat ketika mereka melihat bendera Belanda, Merah Putih Biru berkibar di atas Hotel Yamato.

Arek-arek Suroboyo yang tak terima atas perlakuan ini pun lalu nekad naik ke menara dan menurunkan bendera Belanda tersebut lalu merobek kain birunya sehingga kembali ke Merah Putih.
Kegembiraan atas berkibarnya kembali Sang Merah Putih ini tak berlangsung lama. Berikutnya disusul suara tembakan dan mengenai Cak Hariono, salah satu pelaku perobek bendera Belanda.
Selain korban dari pejuang Indonesia, dalam peristiwa tersebut, Mr Ploegman, pemimpin organisasi Indo Europesche Vereniging (IEV) yang diangkat NICA menjadi Walikota Surabaya saat itu tewas ditusuk benda tajam. ap
















