
“Ilmu dari kelompok tani yang ada di sini biar bisa ditularkan ke tempat-tempat lainnya, aset Pemkot Surabaya lainnya. Tadi banyak berkembang, karena disini juga menghasilkan sayuran,” paparnya.

Dia mencontohkan, hasil panen kelompok tani di Kota Surabaya tidak hanya menghasilkan padi. Melainkan juga berupa hasil tambak seperti yang ada di Kecamatan Pakal dengan luas 200 hektar.
Maka, mantan Kepala Bappeko Surabaya ini ingin melibatkan semua kelompok tani untuk mengelola aset pemkot. “Untuk menaikkan taraf kehidupan, jangan hanya dikelola satu atau dua orang tertentu yang tidak menghasilkan untuk kepentingan umat,” tegasnya.
Dibeli Tengkulak
Di tengah acara panen raya padi ini, Cak Eri terkejut saat menerima laporan dari Kelompok Tani Bahari Karya bahwa hasil panen sayur bayam terpaksa dijual melalui tengkulak.
Karena itu, Pemkot Surabaya berencana membuat lapak khusus di pasar untuk menjual hasil panen sayur dari para petani. “Lewat lapak itu bisa diambil dan dijual langsung. Jadi tidak perlu lewat tengkulak, kalau ada tengkulak di Surabaya kebacut (keterlaluan)!” tandasnya.
Ayah dua anak ini meyakinkan bahwa minggu depan lapak untuk jualan sayur itu sudah berjalan karena banyak potensi di Surabaya yang belum dikeluarkan semuanya.
















