Kopi Asal Jatim Hasil Communal Branding ‘Javeast Coffee’ Diekspor Perdana Ke Mesir

Ke depan, ia pun optimistis pengembangan skema communal branding ini bisa dikembangkan ke sektor-sektor lain seperti industri pengecoran dan kerajinan logam serta kerajinan kayu.

Khofifah lalu memberi contoh, seperti terakota, gerabah, dan produk lukisan. “Untuk perdana masih komoditas kopi. Tetapi selanjutnya dikembangkan untuk komoditas lain seperti produk perikanan, perkebunan, bahkan fashion hingga produk kuliner,” katanya.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, berbagai upaya dalam melakukan communal branding ini terus dilakukan. Caranya dengan melakukan pemetaan baik potensi produk, kesiapan pelaku UMKM, sampai target market atau pasarnya.

Tentunya komoditas tersebut harus memiliki potensi baik dari sisi produksi dan pasar. Terutama untuk komoditi yang memiliki pasar luas di luar negeri.

“Dari sisi merek terus dikawal, baik yang sudah ada maupun yang baru, dengan membangun dialog dan kesepakatan antar pelaku,” urainya.

Dengan communal branding, lanjut Khofifah, perencanaan produksi menjadi lebih terarah karena market sinyalnya telah ada sehingga alokasi sumberdaya menjadi lebih efisien.

Pos terkait