Kopi Asal Jatim Hasil Communal Branding ‘Javeast Coffee’ Diekspor Perdana Ke Mesir

Khofifah mengatakan, selama ini upaya mengagregasi produk-produk koperasi dan UKM dari sektor pertanian sering mengalami kendala saat menghadapi permintaan pasar yang fluktuatif.

“Apalagi terkait dengan produksinya,” cetus wanita asal  Lamongan ini.  

Bacaan Lainnya

Upaya-upaya lain dari sisi market juga dilakukan, tetapi sangat terbatas pada komunitas kecil. Karena jumlahnya sangat banyak dan bervariasi, sehingga kurang kompetitif untuk pasar ekspor yang membutuhkan kapasitas besar. 

Untuk itu, upaya communal branding pada sektor pertanian ini menjadi solusi dalam menjawab 4K yang selama ini menjadi kendala koperasi dan UKM, yakni kualitas, kuantitas, kontinyuitas, dan kemasan.

“Skema communal branding ini menjadi terobosan baru dari Pemprov Jatim untuk menjawab masalah kontinyuitas produk jika bersentuhan dengan pasar luar negeri, karena stok produk akan ditopang oleh lebih dari satu pelaku usaha,” paparnya.

Menurut Khofifah, skema communal branding ini dapat mendorong terwujudnya desa devisa dengan memprioritaskan wilayah yang memiliki produk unggulan sejenis, atau produk complementer, sehingga dapat saling memperkuat dan menguatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait