Kopi Asal Jatim Hasil Communal Branding ‘Javeast Coffee’ Diekspor Perdana Ke Mesir

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menyebut, kolaborasi dan sinergi berbagai pihak menjadi salah satu kunci dalam mendukung keberhasilan pengembangan berbagai produk unggulan di Jatim, baik di sektor pertanian, perkebunan, UMKM, dan sektor lainnya.

Dia menekankan, kolaborasi dan sinergi Pentahelix dan kolaborasi teknis diperlukan untuk terus mendampingi dan mengawal mulai peningkatan kualitas produksi, pembentukan dan penguatan kelembagaan, hingga menjaga kontinyuitas dan pengembangannya.

Bacaan Lainnya

“Semoga ikhtiar Pemprov Jatim ini dapat mendorong Koperasi UKM naik kelas dan go global. Sehingga mampu meningkatkan akses pasar dan kemandirian usaha, serta semakin memperluas pasar ekspor guna memandirikan masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Jatim merupakan produsen kopi terbesar kelima di Indonesia setelah Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, dan Aceh. Jumlah produksi kopi Jatim mencapai 9,7 persen dari total kopi Indonesia dari luas tanam perkebunan pada 2021 seluas 113,470 hektare dengan produksi 69.570 ton. 

Bahkan, data Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) menyebutkan, ekspor kopi Jatim sepanjang Januari—Juli 2021 secara volume mencapai 44.992 ton dengan nilai 90,29 juta US Dolar. Dari total ekspor tersebut, sebanyak 1.805 ton di antaranya merupakan kopi jenis Arabika, 30.832 ton jenis Robusta, dan sebanyak 12.283 ton merupakan kopi olahan. yul

Pos terkait