
Orang nomor satu di Jatim ini menegaskan dalam pengembangan Eko-Tren OPOP ada tiga pilar utama yang dibangun yaitu Pesantrenpreneur, Santripreneur, dan Sosiopreneur.
Pesantrenpreneur, adalah pemberdayaan ekonomi pesantren melalui koppontren dan badan usaha lainnya.
Lalu Santripreneur merupakan pemberdayaan santri menjadi entrepreneur melalui laboratorium kewirausahaan dan vokasional skill. Sedangkan Sosiopreneur adalah upaya pemberdayaan usaha alumni pesantren melalui sinergi dan kolaborasi dengan usaha ponpes dan masyarakat.
“Sampai saat ini telah bergabung 750 pesantren dalam pesantrenpreneur dan lebih dari 100.000 santri yang terlibat dalam santripreneur,” paparnya.
Khofifah menambahkan dalam pengembangan tiga pilar Eko-Tren OPOP tidak bisa jika hanya pesantren yang berupaya. Tetapi harus melibatkan banyak pihak seperti pemerintah, media, akademisi, private sector, dan masyarakat.
Mantan Menteri Sosial RI ini berharap kolaborasi Hexahelix akan ada enam aspek fasilitasi yang dilakukan. Yaitu kelembagaan dan usaha, SDM, produk, pemasaran, dan pembiayaan dapat dilakukan dengan optimal.















