Layanan Bus Listrik Trans Semanggi Berhenti Setelah Dioperasikan Selama 10 Hari, Ternyata Ini Penyebabnya

0
457

Bus Listrik Trans Semanggi

iniSURABAYA.com – Belum sebulan difungsikan, layanan Bus Listrik Trans Semanggi di Kota Surabaya berhenti beroperasi sementara sejak 1 Januari 2023.

Penghentian layanan angkutan umum tersebut karena Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) tengah melakukan evaluasi operasional bus serta perpanjangan kontrak dengan pihak operator.

Tundjung Iswandaru, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menyatakan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong agar layanan bus listrik segera beroperasi kembali di Kota Pahlawan.

Sebab, penyedia layanan ini adalah Kemenhub RI yang bekerjasama dengan DAMRI. “Jadi kontrak antara Kemenhub dengan DAMRI dan tidak ada kaitannya dengan pemkot, dalam hal ini Dishub Surabaya,” kata Tundjung saat konferensi pers di gedung eks Bagian Humas Pemkot Surabaya, Selasa (10/1/2023).

Menurut Tundjung, pihaknya hanya menyiapkan jalurnya, rutenya dan fasilitas pendukung berupa halte dan bus stop.

Tundjung mengungkapkan, kontrak penyediaan layanan bus listrik antara Kemenhub dan DAMRI pada 2022 berlangsung selama satu tahun. Sedangkan di Kota Surabaya, bus listrik tersebut baru beroperasi mulai 20 Desember 2022.

Dia menambahkan, kontrak Kerjasama Kemenhub dan DAMRI berakhir 31 Desember 2022. “Berarti hanya 10 hari beroperasi. Jadi jangan salah sangka bahwa pemkot diberi bus listrik, bukan. Bus listrik tersebut milik DAMRI yang dibayar Kemenhub untuk biaya layanannya,” tandasnya.

Tundjung menekankan, karena kontrak penyediaan layanan bus listrik berakhir, maka secara aturan barang/jasa harus diperbaharui atau diperpanjang. “Kemenhub RI tanggal 3 Januari 2023 bersurat kepada Pemkot Surabaya, memohon waktu, bahwa layanan bus listrik masih dilakukan evaluasi operasional dan kontrak,” ungkap Tundjung.

Tundjung memastikan, bahwa Kemenhub RI juga berjanji segera menjalankan kembali operasional bus listrik di Kota Surabaya. Di sisi lain, setelah beroperasi 10 hari di Kota Pahlawan, Kemenhub sekaligus ingin melakukan evaluasi terkait operasional bus tersebut.

“Jadinya kemarin mungkin dalam pengoperasiannya ada yang tersendat atau kurang lancar suplai kelistrikan, makanya ini lagi dievaluasi,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Sunoto, Kepala Bidang Angkutan, Dishub Kota Surabaya,  menyampaikan, bahwa sejak 20 Desember 2022, bus listrik di Surabaya beroperasi melayani rute Terminal Purabaya hingga Middle East Ring Road (MERR) Kenjeran Park.

Sebelumnya, rute tersebut dilayani oleh Suroboyo Bus. “Dengan adanya bus listrik, maka unit Suroboyo Bus kami alihkan ke rute Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) sampai Terminal Tambak Osowilangun (TOW), untuk memperbaiki layanan di sana,” katanya.

Sunoto menyatakan, penambahan armada Suroboyo Bus pada rute TIJ–TOW, secara otomatis headway atau waktu tunggu penumpang berkurang. Jika sebelumnya, headway bisa mencapai 45 menit, maka berkurang menjadi 25 menit.

“Artinya terjadi peningkatan layanan baik dari sisi headway maupun jumlah penumpang,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, layanan Bus Listrik Trans Semanggi untuk mendukung angkutan Buy The Service (BTS) di Kota Pahlawan. Setidaknya, ada 17 layanan bus listrik yang dioperasikan oleh DAMRI di Kota Surabaya.

Bus listrik tersebut, melayani rute koridor 3, yakni dari Terminal Purabaya–Jalan Ahmad Yani–Dolog–Jemur Andayani–SIER–Rungkut Madya–Jl Dr Ir H Soekarno–Jalan Kenjeran–Kenjeran Park dan sebaliknya. wid

Comments are closed.