
Parade Deville diikuti delapan negara dan sembilan daerah di Indonesia melintasi sepanjang Jl Tunjungan hingga berakhir di Balai Kota Surabaya.
Kang Shin Koo juga berterima kasih kepada Pemkot Surabaya karena telah mengundang Korea sebagai delegasi. Mereka ingin berpartisipasi di setiap Cross Culture.
“Kami melakukan berbagai usaha agar bisa ikut. Senang akhirnya bisa bertemu pemkot, delegasi Indonesia dan negara lain. Saya berharap tahun depan bisa ikut lagi,” ujarnya.
Peserta lainnya pun sepakat mengapresiasi penyelenggaraan SCCIFAF ke-16 tersebut setelah vakum akibat pandemi Covid-19. Mereka berharap tahun-tahun berikutnya bisa kembali mengikuti acara yang sama.
“Kenapa ikut Surabaya Cross Culture, karena organisasi yang baik, bagus di Surabaya. Festival ini cocok dengan organisasi kami. Terima kasih semua organisasi, Pemkot Surabaya. Harapannya, selanjutnya kami bisa mengikuti Cross Culture,” kata Mamlakat Ulasheva, Leader of Nurafshon Group dari Uzbekistan.
Begitu pula yang diungkapkan Oston Gadi Kapo, Koordinator Komunitas Rumah Kreasi Teater Mata Flores Ende NTT. Kegiatan ini merupakan kali pertama mereka ikuti dan ingin diundang kembali di tahun berikutnya.

















