
Parade Deville diikuti delapan negara dan sembilan daerah di Indonesia melintasi sepanjang Jl Tunjungan hingga berakhir di Balai Kota Surabaya.

Di kesempatan itu Eri Cahyadi menegaskan bahwa sebuah negara bisa disatukan dengan budaya, karena kekuatan budaya itu bisa menanggalkan kekuatan antar negara dan antar kota. Makanya, semangat cross culture inilah yang terus dia terapkan di Kota Surabaya dalam menjalankan roda kepemimpinannya.
“Di Surabaya tidak ada yang lebih kuat antara satu dinas dengan dinas lainnya, tidak ada wali kota yang lebih hebat dari dinasnya,” tandasnya.
Pria yang akrab disapa Cak Eri ini menyatakan, melalui Surabaya Cross Culture ini budaya-budaya bisa dikumpulkan dan bisa menghargai budaya yang satu dengan yang lainnya. “Jadi, budaya itu menyatukan dua kubu yang berbeda,” katanya.
Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini juga mengatakan bahwa cross culture itulah yang diadopsi untuk membangun Kota Surabaya dengan rasa guyub rukunnya dan gotong royongnya. Itulah yang dilakukannya selama memimpin Kota Surabaya.















