
Parade Deville diikuti delapan negara dan sembilan daerah di Indonesia melintasi sepanjang Jl Tunjungan hingga berakhir di Balai Kota Surabaya.

Parade Deville diikuti delapan negara dan sembilan daerah di Indonesia melintasi sepanjang Jl Tunjungan hingga berakhir di Balai Kota Surabaya.
iniSURABAYA.com – Parade Deville yang menandai penyelenggaraan Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival (SCCIFAF) 2023 pada Minggu (16/7/2023) disambut penuh antusiasme seluruh peserta.
Sepanjang perjalanan yang dimulai dari Jl Tunjungan di ujung Siola, mereka menebar senyum dan lambaian tangan kepada warga Kota Surabaya yang menyaksikan pawai dari balik barikade. Tak jarang pula mereka juga menyapa,”Hallo, Surabaya…!”
Tak hanya itu. Peserta pawai pun tak segan melayani permintaan swafoto masyarakat saat melambaikan ke arah mereka. Di tengah istirahat sambil menunggu pergerakan pawai lintas budaya tersebut, mereka mendekat kea rah barikade dan menerima ajakan swafoto.
Terik matahari yang mulai menyengat di pagi hari itu tak mengurangi semangat peserta Parade Deville. Mereka tetap berjalan kaki hingga titik depan Hotel Majapahit. Di depan hotel bersejarah itu, satu persatu peserta menunjukkan aksinya menari dan menunjukkan kebudayaan mereka.
Selanjutnya, ratusan peserta Parade Deville ini naik becak hias menuju ke halaman Balai Kota Surabaya. “Saya merasa nyaman di Surabaya, karena sangat ramah lingkungan dan dekat dengan alam. Dari Korea ingin partisipasi di Cross Culture,” tutur Kang Shin Koo, Korean Team Leader.
















