Terapkan Kesetaraan Gender, Tari Jadi Ekskul Wajib di SDN Sidodadi

0
1865

Dengan adanya sosialisasi yang berjalan baik dan lancar para orang tua dapat memahami konsep kesetaraan gender. Mereka pun mengizinkan anak laki-lakinya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler menari.

Begitupun dari peserta didik juga tidak ada lagi kata-kata perundungan untuk murid laki-laki yang menari. Apalagi sekolah juga menyediakan jenis tarian yang khusus untuk anak laki-laki, khusus anak perempuan, dan tarian yang mencampurkan penampilan peserta didik laki-laki dan perempuan.

Murid pun merasa senang bisa menyalurkan keinginan dan bisa mengetahui jenis tari-tarian. Untuk memberi motivasi, guru memberikan penilaian khusus dan reward agar kegiatan ekstrakurikuler tari itu bisa terus berjalan baik.

”Ikut ekskul menari rasanya senang, berani menampilkan bakat, dan bisa melawan rasa tidak percaya diri,” kata Andika Yudha Pratama, siswa kelas V yang sudah ikut ekskul tari sejak kelas IV.

Perasaan serupa juga dituturkan rekan sekelas Andika, Raditia Noval Saputra dan Muhammad Danial Wafiki. ”Ya bahagia. Tidak takut lagi tampil di depan orang, jadi percaya diri,” kata Raditia.

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.