
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya didampingi Rini Indriyani, Ketua TP PKK Kota Surabaya terus berupaya menekan angka kasus stunting sampai di titik terendah.
Bahkan di tingkat RW ada dapur umum. Warga gotong royong saling bantu untuk pemberian makanan bagi balita di wilayahnya,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga rutin setiap minggu sekali membagikan sekaligus mensosialisasikan manfaat Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri di sekolah-sekolah dan bisa diambil di puskesmas seluruh wilayah Surabaya.
Ada pula giat Krida Gizi yang dilakukan oleh Saka Bakti Husada dan pemeriksaan kesehatan pada Anak Usia Sekolah. Pemkot juga melakukan sosialisasi kepada calon pengantin (catin) melalui program Pendampingan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Di dalam program ini, catin akan mendapatkan beberapa pelayanan, mulai dari pelayanan gizi dan kesehatan hingga konseling. Dalam program ini, pemkot menggandeng Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk melakukan penyuluhan dan pemantauan kesehatan kepada sasaran yang berisiko stunting.
Selain pendampingan bagi pasangan catin, juga ada pendampingan untuk ibu dan balita. Dalam kegiatan ini, para ibu yang baru memiliki anak usia balita diberikan penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
















