
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya didampingi Rini Indriyani, Ketua TP PKK Kota Surabaya terus berupaya menekan angka kasus stunting sampai di titik terendah.
Selain itu, ada pula pemberian pangan olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) yang diresepkan oleh Dokter Spesialis Anak kepada balita malnutrisi atau dengan penyakit tertentu. “Ada pula pemberian Taburan Ceria (Taburia) multivitamin dan mineral untuk balita, memberikan menu sehat pada ibu balita serta mempraktikkan demo memasak makanan sehat,” bebernya.
Bahkan, lanjut mantan Kepala Bappeko Surabaya ini, ada pula program pemberian permakanan stunting, Kampung ASI, Jago Ceting yang digerakkan bersama PKK dan lintas sektor, imunisasi, aksi konvergensi penanganan stunting dan masih banyak lainnya.
Menurut Cak Eri, penurunan angka stunting itu tak lepas dari delapan aksi konvergensi yang dilakukan pemkot selama ini. Secara rutin, pemkot melakukan pelaksanaan rembuk stunting di tingkat kota, mulai dari kecamatan, kelurahan, puskesmas, PKK, tiga pilar dan peran serta tokoh masyarakat.
Dengan konvergensi tersebut, tersusun pemecahan masalah yang ditemukan dengan intervensi sensitif mencapai 70 persen dan spesifik 30 persen, sesuai masing-masing wilayah di kelurahan dan kecamatan. wid
















