Pemkot Surabaya Sukses Tekan Angka Stunting Terendah se-Indonesia, Eri Cahyadi Ungkap Strategi Berikut Ini

0
1365

Pria yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi ini menceritakan langkah pertama yang dijalankan dimulai dari pendataan. Setiap calon pengantin langsung terdeteksi data kesehatannya. Semua data terintegrasi antara Kantor Kementerian Agama dan Puskesmas.

Ini penting untuk mempermudah dan mengetahui orang-orang yang memiliki risiko kekurangan gizi. “Jadi langsung ketahuan, bagaimana lingkar lengan atas dan indeks massa tubuh calon pengantinnya,” tuturnya.

Pendataan tersebut, kata Cak Eri, untuk mengetahui apakah ada risiko kekurangan energi kronis atau kekurangan gizi, sehingga ada antisipasi. “Di situlah Pemkot Surabaya melalui Puskesmas melakukan intervensi, bisa berupa tambahan gizi dan sebagainya,” urainya.

Dari sisi pendataan, pihaknya turut mengandalkan gotong royong warga Surabaya, salah satunya melalui aplikasi ‘Sayang Warga’. Melalui aplikasi tersebut para Kader Surabaya Hebat (KSH), RT/RW, dan warga bisa mendata serta melaporkan kondisi balita di sekitarnya.

“Berkat kehebatan gotong royong inilah, semua permasalahan terdeteksi dan kita beri solusi. Tidak hanya stunting sebenarnya. Ada soal rumah tidak layak huni, masalah pendidikan, sosial, dan sebagainya.

1 2 3 4

Comments are closed.