‘Kopi Aren di Benteng Kedung Cowek’ : Dari Lomba Menulis Cerpen Jadi Buku Fiksi tentang Surabaya

Tujuh dari 14 penulis buku kumpulan fiksi berjudul 'Kopi Aren di Benteng Kedung Cowek'.
Dari Malang hadir karya Magda Omega (‘Dentang Garnis’), dan Gania Hariani (‘Jeratan Mimpi di Tambak Gringsing’ karya’).
Dari Sidoarjo ada ‘Mata Sunyi Benteng Kedung Cowek’ karya Achakawa. Sedang dari Surabaya ada empat karya yang masuk buku ini, yaitu ‘Pasar Malam’ (Ricardo Marbun), ‘Dua Puluh Delapan’ (Amara One), ‘Rumah Mungil Impian Ibu’ (Winarti JV), dan ‘Yang Datang di Ujung Malam’ (Wina Bojonegoro).
Sementara Solu Erika Herwanda dari Madiun berkisah tentang ‘Yang Tenggelam di Dasar Kopi Aren’. Dari Bekasi hadir Umi Hikmawati lewat karya berjudul ‘Lai Bao’.
Dari Yogyakarta ada Yuliani Kumudaswari menyuguhkan karya berjudul ‘Tabebuya’, dari Depok ada ‘Rujak Cingur’ karya Bem Wiezhanarcho, serta dari Serang ada karya Quina Deshira Fransiska berjudul ‘Tentang Luka’.
Di buku yang tebalnya 136 halaman ini juga ada dua karya penulis dari luar negeri. Mereka adalah Jenny Seputro dari Selandia Baru (‘Bintang di Ujung Malam’), dan Rossy Anggraeni dari Turki (‘Jeritan dari Pinggir Kali’).

















