‘Kopi Aren di Benteng Kedung Cowek’ : Dari Lomba Menulis Cerpen Jadi Buku Fiksi tentang Surabaya

0
1422

Buku yang sampulnya dibuat oleh perupa Yoes Wibowo ini bentuknya adalah sekumpulan cerita fiksi dengan latar Surabaya dari masa ke masa.

Kisah yang diungkap penulis bisa melompat ke belakang ke zaman kolonial hingga kondisi Surabaya yang terkini. Inspirasinya datang dari mana-mana. Ada tentang benteng yang merupakan bangunan peninggalan Hindia Belanda yang dibangun pada 1900 menjadi inspirasi Achakawa.

Demikian penulis yang lainnya. Menurut Wina, keberadaan Kota Surabaya yang berwajah dinamis ini tampaknya sangat mampu mengungkit dunia imajinasi para penulis.

“Bisa tentang gedung-gedung tinggi, jalanan hijau, trotoar lebar, gang-gang yang sempit, warganya yang ramah, makanan khas yang menggoyang lidah, orang kaya, kaum marginal, sampai para pemburu kehidupan malam,” kata Wina, penggagas sayembara.

”Termasuk tabebuya yang biasanya bermekaran pada November. Di saat hujan baru mulai, bunga itu seperti berbondong-bondong mengirim kabar. Di ranah fiksi, bunga itu bisa menjadi latar belakang cerita yang tragis,” imbuh Wina yang juga pendiri Perempuan Penulis Padma (Perlima).

1 2 3 4

Comments are closed.