‘Kopi Aren di Benteng Kedung Cowek’ : Dari Lomba Menulis Cerpen Jadi Buku Fiksi tentang Surabaya

Tujuh dari 14 penulis buku kumpulan fiksi berjudul 'Kopi Aren di Benteng Kedung Cowek'.
Juga rujak cingur yang mungkin menjadi pemicu konflik rumit. Apalagi ludruk, kesenian ikonik Surabaya yang nyaris punah itu adalah sebuah ide. “Dari sisi dunia fiksi, Surabaya selalu menarik untuk dikulik dari banyak sisi,” urainya.
Windy Effendy, sang editor buku fiksi ini menegaskan, naskah yang masuk tidak serta merta naskah itu langsung lolos jadi buku. Bersama Wina sebagai komandan Padmedia, keduanya lalu melakukan bedah naskah selama lebih dari sebulan.
Tahap yang dilalui setiap naskah berbeda-beda. Menurut Windy, ada penggantian judul, perombakan plot, memangkas naskah, sampai memanjangkan cerita.
“Semua itu menjadi lalu lintas menarik. Semata-mata untuk mendapatkan bacaan yang renyah, enak dinikmati, dan membuat kenangan yang melekat tentang Surabaya,” kata Windy.
”Bahkan judul buku dan penggantian sampul mengalami pergantian hingga empat kali lo,” cetus Wina menambahkan. wid















