AELI DPD Jatim Dorong Hadirnya Fasilitator di Setiap Desa, Ini Manfaatnya untuk Pengembangan Industri Kepariwisataan

AELI DPD Jatim terus bergerak menyusun program-program kegiatan sepanjang 2024.
Pria asal Bojonegoro ini memberi contoh pula kegiatan perajin gerabah di kampung halamannya yang rutin membuat celengan kemudian di pasarkan ke beberapa daerah seperti Solo, Rembang, dan Kudus.
Belakangan industri gerabah ini berkembang. tidak hanya membuat celengan konvensional, tetapi juga bentuk-bentuk kekinian seperti SpongeBob, Minion, serta karakter-karakter kartun yang sedang hits.
Program ini lalu ‘dijual’ dengan mengundang anak-anak TK. Di tempat itu anak-anak ini diedukasi menggambar gerabah dan juga menanamkan budaya menabung.
“Aktivitas experiential learning ini tentunya lebih memberi dampak ketimbang hanya menjual secara konvensional. Dan hadirnya fasilitator jadi ujung tombak untuk menjual dengan edukasi. Tidak hard selling tetapi soft selling. Tidak hanya melihat tetapi ada aktivitas yang dilakukan,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Pungky Kusuma, PR Executive AELI DPD Jawa Timur mengatakan bahwa saat ini anggota AELI di seluruh Indonesia berjumlah 2200 yang tersebar di 18 kota besar di Indonesia.
















