
Pemkot Surabaya bakal menerapkan sistem pembayaran berlangganan atau melalui QRIS untuk mengoptimalkan pendapatan dari parkir.

Pemkot Surabaya bakal menerapkan sistem pembayaran berlangganan atau melalui QRIS untuk mengoptimalkan pendapatan dari parkir.
iniSURABAYA.com – Pemkot Surabaya memastikan bakal menerapkan pembayaran parkir berlangganan atau pembayaran retribusi melalui QRIS.
Upaya itu dilakukan Pemkot Surabaya dalam upaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir. Di sisi lain, mekanisme pembayaran seperti ini, diharapkan dapat mencegah kebocoran PAD dari retribusi parkir.
Pola tersebut diharapkan pula membendung adanya oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang bermain dengan retribusi parkir.
“Kalau selama ini Jukir (juru parkir) mengatakan bahwa wong Dishub kakean dulinan (orang Dishub kebanyakan bermain), dengan QRIS ini insyaallah akan memberikan kepastian dengan parkir berlangganan antara Jukir dengan teman-teman Dishub,” tegas Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.
Cak Eri –begitu orang nomor satu ini akrab disapa—menyatakan menyatakan telah meminta Dishub mengevaluasi titik-titik lokasi parkir. Harapannya, evaluasi ini dapat mencegah kebocoran PAD dari retribusi parkir.
















