Inilah Faktor Pemicu Tindak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak: Pelaku Tidak Merasa Bersalah dan Anggap Wajar

ILUSTRASI : Kekerasan terhadap perempuan. (foto: IST)
“Apakah dia (korban) anak kandung sendiri, atau siapapun itu dalam lingkungan keluarga. Mereka itu merasa berhak melakukan kekerasan, karena misalnya (pelaku) orang yang memberi uang untuk korban,” paparnya.
Selain kurangnya kesadaran, faktor individual juga bisa dipicu dari sosok pelaku yang memang memiliki karakter keras, agresif, impulsif, egois dan tidak sabaran. Faktor lain yang bisa menjadi penyebab adalah rantai kekerasan yang tidak terputus.
“Jadi mereka tidak selesai sebagai orang tua. Mereka (pelaku) juga (sebelumnya) dikerasi oleh orang tuanya dari dulu, secara fisik dan sebagainya,” imbuhnya.
Thussy menyatakan, yang juga bisa memicu terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah masalah sosial budaya patriarki. Thussy memberi contoh, dalam beberapa kasus menempatkan laki-laki sebagai superior dan perempuan inferior.
“Kesetaraan gender belum digubris dalam kasus itu. Nah, budaya ini melegitimasi kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagai sesuatu yang wajar dan dapat diterima,” bebernya.
















