
dr Sahata PH Napitupulu SpM (K), Direktur RS Mata Undaan Surabaya menyerahkan potongan tumpeng kepada Drs Arif Afandi MSi, Ketua Badan Pegurus Perawatan Penderita Penyakit Mata Undaan (P4MU) di hajatan peringatan ulang tahun ke-91 RS Mata Undaan.

Hajaran ulang tahun ke-91 RSMU juga diisi kegiatan lomba mewarnai oleh anak-anak TK.
Layanan digitalisasi itu, kata dr Sahata, tak hanya soal antrean pasien.
Tetapi juga pelayanan dan konsultasi sehingga makin memudahkan pasien maupun tenaga medis.
“Digitalisasi in memang salah satu prioritas kami. Namun, dalam pelaksanaan butuh adaptasi, baik dari tenaga medis maupun masyarakatnya. Sebab, untuk membuka antrean online belum semua terbiasa,” ucapnya.
Jika nanti semua sudah terbiasa, ujar dr Sahata, pasien yang dapat nomor antrean 10 misalnya tidak perlu datang pagi-pagi. “Dulu kan ada yang datang mulai pukul 02.00 atau 05.00. Mereka tunggu di depan. Kan kasihan. Nanti kalau sudah terbiasa, seperti beli tiket pesawat, semua dilakukan lewat online. Gak perlu lagi antre di loket,” pungkasnya.
Perayaan ulang tahun ke-91 RSMU ini dimeriahkan serangkaian kegiatan. Di antaranya yaitu parade kuliner yang diikuti oleh karyawan dari masing-masing unit dan instalasi kerja di RSMU yang menyediakan berbagai pilihan menu makanan, minuman, serta jajanan.
















