
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya sidak penataan kawasan Kota Lama.
Penataan itu di antaranya, pemasangan tulisan aksara Tiongkok dan perbaikan pedestriannya agar lebih nyaman lagi.
“Karena tulisannya harus terpasang semua. Insyaallah akhir Mei, sekitar tanggal 26-27 baru terpasang. Sekarang perbaikan pedestrian juga di sana (Pecinan, Kya-Kya). Karena kalau saya buat jalan kurang nyaman berarti harus ada perbaikan terkait dengan ratanya batu alam,” tuturnya.
Cak Eri optimistis, pengerjaan kawasan Kota Lama tuntas sebelum peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) pada 31 Mei mendatang. “Minggu depan kita lihat kembali ke lokasi ini. Tadi untuk memastikan apakah sudah ada perbaikan-perbaikan tadi,” ujarnya.
Sementara itu, Irvan Wahyudrajad, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya menyatakan, Eri Cahyadi ingin penanaman pohon diberi jarak yang sama.
Menurut Irvan, Wali Kota Eri pun ingin identitas Kota Lama ditonjolkan mengelilingi sekitar Gedung Internatio hingga Gedung Cerutu. “Kemudian pagar di bangunan baru juga menyesuaikan dengan yang Kota Lama. Yang terpenting itu utilitas harus sudah masuk semua ke ducting-nya, lalu ciri batu alam dan PJU-nya harus terang,” bebernya.
















