
Ragam karya desainer muda dari kalangan perguruan tinggi turut mewarnai Surabaya Fashion Parade ke-17.

Cara berkomunikasi anak kekinian yang lebih banyak menggunakan media sosial, lanjut Dibya, mempengaruhi ketertarikan mereka dalam memilih karier.
“Dulu komunikasi lewat poster. Sekarang bikin digital bentuk 3d yang bergerak. Akhirnya dunia fashion, salah satu yang dapat imbasnya. Jadi daya tarik generasi muda kekinian sebagai pilihan karier ke depannya,” tuturnya.
Ditemui di tengah persiapan acara SFP ke-17, Rika Febriani SSn MA, Ketua Program Desain Fashion dan Tekstil Petra Christian University menandaskan hal senada. “Setelah pandemi, ada kebangkitan di dunia fashion sebagai bagian industri kreatif,” ujarnya.
Menurut Rika, geliat di industri fashion ini tidak lepas dari fenomena ‘artisan’. Masyarakat cenderung beli baju yang sesuai karakternya. “Mereka tidak ingin seperti orang lain. Karena itu akan cari desainer yang sesuai dengan karakter dirinya,” katanya.
Rika meyakini, pasar di industri fashion ini tumbuh positif. “Saya juga mendorong anak-anak merambah ke internasional. saya optimistis di dunia yang makin global, fashion akan terus tumbuh dan jadi peluang bagi perguruan tinggi untuk menghasilkan lebih banyak desainer,” pungkasnya. ap















