Berawal dari Manual, Bank Sampah Digital Bunda Rossa Beralih ke Pengelolaan Barang Rongsokan Berbasis Aplikasi

0
1046

Setelah dikumpulkan dari rumah-rumah, barang rongsokan ini kemudian ditimbang dan dicatat untuk mengetahui harga yang diperoleh dari sampah tersebut.

iniSURABAYA.com | SIDOARJO – Kelola sampah, kumpulkan, dan jadi duit. Aktivitas itulah yang belakangan getol dilakukan emak-emak warga RT 11 RW 05 Puri Indah Sidoarjo.

Dan puncaknya, Sabtu (10/8/2024) pagi itu mereka berkumpul di Balai RW 05 sambil menenteng barang-barang rongsokan dari rumah masing-masing. Satu persatu antre untuk menimbang beragam jenis barang yang mereka bawa untuk kemudian mencatatnya.

Jenis sampah yang dibawa ibu-ibu ini bermacam-macam, mulai dari kardus, botol-botol kemasan air mineral, botol parfum, hingga tas kresek. “Barang-barang ini premium, karena langsung dibawa dari rumah. Ini jelas berbeda dengan sampah yang sudah menggunung di TPA,” ungkap Windi Agustin, Manager Operasional Bank Sampah Digital Bunda Rossa kepada iniSurabaya.com.

Nilai barang bekas yang sudah masuk TPA (tempat pembuangan akhir), kata Windi, menjadi turun karena sudah bercampur-baur. “Perlu waktu untuk membersihkan dan memilahnya lagi,” papar Windi.

Sedang barang bekas dari rumah-rumah ini bisa langsung diambil pengepul. Aktivitas yang dilakukan bank sampah digital ini ditekankan Windi membuat siklus ekonomi berputar dengan mengolah kembali barang-barang bekas menjadi barang yang sama.

Menurut Windi, setelah dipilah lebih spesifik langsung dikirim ke pabrik daur ulang. Kardus misalnya dikirim langsung ke pabrik pengolah kardus di Mojosari. Sedang ‘gembosan’, seperti sepatu bekas juga ada penampungnya.

1 2

Comments are closed.