Membaca Takdir Nusantara, Dr Trijoyo: Suatu Negara Hancur karena Korupsi

0
13951

Jika ingin berdaulat, kita harus siap untuk mengorbankan kenyamanan semu demi masa depan yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Tema ini seolah memberi pesan khusus kepada pemimpin baru Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Gilang Rakabuming Raka beserta jajaran kabinet yang baru dilantik pada hari yang sama, 20 Oktober 2024.

Sebagai ahli sejarah Islam, Trijoyo menyampaikan pandangannya bahwa di setiap kemajuan peradaban suatu bangsa selalu ada pemimpin yang mempunyai kapasitas sesuai zamannya. Faktor pertama yang harus dibangun terlebih dahulu adalah sektor ekonomi dan keamanan.

Kegiatan ekonomi dan perdagangan dapat berjalan baik jika keamanan suatu negara terjamin aman, baik militer yang kuat maupun kemampuan dalam mengendalikan keamanan. Setelah itu baru sektor pendidikan atau peradaban.

Trijoyo mengambil contoh masa kepemimpinan Sultan Harun Al Rasyid (786–803 M),  khalifah kelima dari Dinasti Abbasiyah. Masa ini merupakan puncak keemasan Islam yang diakui dunia. Pada saat itu Baghdad menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dunia.

Perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa. Bahkan timbulnya empat mashab Syafii, Hambali, Maliki dan Hanafi terjadi pada masa Abbasiyah, tegas dosen Ilmu Sejarah Islam salah satu universitas di Surabaya itu.

1 2 3

Comments are closed.