
Profesi masinis juga terbuka bagi para wanita.
Setelah melalui serangkaian Diklat yang panjang dan lulus, melangkah ke tingkat-tingkat selanjutnya. Di antaranya:
- Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) Tingkat Pratama
Untuk menjadi ASP Tingkat Pratama ini akan ada tes lagi hingga mendapatkan tanda kelulusan. ASP Tingkat Pratama ditugaskan sebagai Asisten Masinis yang membantu tugas masinis dalam dinas KA serta sebagai masinis yang ditugaskan untuk langsiran dengan pendampingan.
ASP Tingkat Pratama harus menjalani 2.000 jam perjalanan KA hingga ia bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya.
- Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) Tingkat Muda
Setelah menjalani tahapan di ASP Tingkat Pratama, sang masinis akan melalui serangkaian tes dan Diklat lagi. Setelah lulus baru ia akan menjalani 8.000 jam perjalanan KA sebagai pimpinan perjalanan yang mengoperasikan KA secara reguler maupun langsiran.
- Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) Tingkat Madya
Setelah menjalani tahapan di ASP Tingkat Muda, masinis akan menjalani tes dan Diklat lagi untuk ke tahap berikutnya. ASP Tingkat Madya bisa membutuhkan waktu satu tahun 11 bulan atau lebih menyesuaikan pelaksanaan Diklat ASP Muda dan pelaksanaan sertifikasi.
- ASP Tingkat Madya sama persis tugasnya dengan masinis muda namun bisa ditugaskan sebagai penyelia atau instruktur.
Pendidikan dan pelatihan yang ditempuh juga tidak semudah yang dibayangkan. Calon masinis harus lulus dan memiliki tanda lulus pendidikan dan pelatihan Awak Sarana Perkeretaapian sesuai dengan sistem pengoperasiannya.
Tidak hanya itu, calon masinis juga harus lulus uji kecakapan sebagai awak sarana perkeretaapian sesuai dengan sistem pengoperasiannya.
Anne menekankan, ketatnya persyaratan untuk menjadi masinis tidak membuat profesi ini hanya diisi oleh laki-laki. KAI juga membuka kesempatan bagi para srikandi Indonesia untuk berkarier, sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap kesetaraan gender dalam dunia kerja.
“Saat ini, sudah ada tiga perempuan yang berkarier sebagai masinis di KAI,” tuturnya. ana
















