
Pison Art N Fashsion Foundation menggelar acara Fashion Momentum di Atrium Fairway Nine Mall Surabaya.
“Ada yang sampai menangis-nangis. Ada yang sampai buang baju rancangannya gak mau ikutan. Tetapi esoknya bangkit lagi. Orang yang hatinya tegar pasti bisa,” urainya.
Pernyataan Ce Afen didukung salah satu muridnya yang kini punya label Caroline Dita Atelier. “Rancangan yang kami bikin lumayan complicated. Tetapi Pison banyak membantu, selalu mendorong kami untuk jadi kuat dan memberi semangat bahwa kami pasti bisa,” ucapnya.
Di momen Fashion Momentum 2024 itu, Caroline menyajikan lima rancangan busana. “Karena background saya desain interior, maka saya hadirkan busana bernuansa arsitektural,” katanya.
Busana berbentuk kubah itu diakui Caroline terinspirasi bangunan Gereja Kathedral. “Agar berbentuk, bagian dalamnya diberi kombinasi tule keras sehingga menggelembung,” ucapnya.
Untuk rancangan kali ini Caroline Dita Atelier menggunakan bahan jacquard dikombinasi kain tile dengan pattern kotak-kotak.
Caroline mengatakan bahwa karyanya itu bisa digunakan untuk segala acara. “Intinya adalah rasa percaya diri. Sebagus apa pun busana jika tidak PD (percaya diri) tentu tak bisa tampil menarik,” tandasnya. ap

















