
Nanik Sukristina, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya
Nanik menambahkan, sejauh ini jumlah kasus kanker leher rahim di Kota Surabaya cenderung mengalami penurunan selama dua tahun terakhir. Berdasarkan data ICD-X di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), khususnya di puskesmas se-Kota Surabaya, pada tahun 2023 tercatat ada 413 kasus, sedangkan di tahun 2024 menurun menjadi 201 kasus.
Nanik berharap kepada masyarakat, terutama wanita di Kota Surabaya untuk peduli terhadap risiko kanker leher rahim. Dia mengimbau agar melakukan pengecekan secara berkala di puskesmas terdekat sesuai wilayah tempat tinggalnya masing-masing.
“Bagi masyarakat, terutama wanita usia 30-69 tahun, ayo lakukan deteksi dini melalui skrining IVA/HPV DNA sebagai upaya pencegahan terhadap kanker serviks (leher rahim). Skrining ini, dapat diakses dan dilakukan di Puskesmas terdekat sesuai wilayah tempat tinggal,” ujarnya. wid
















