
Nanik Sukristina, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya
Tetapi jika positif, kata Nanik, akan dilakukan IVA (inspeksi visual asam asetat) untuk menentukan rencana tindak lanjut. “Apakah dilakukan thermal ablasi atau dirujuk ke RSUD BDH untuk dilakukan LEEP (Loop Electrosurgical Excision Procedure) atau prosedur pembedahan pengangkatan jaringan serviks,” tegas Nanik.
Sosialisasi ini, tidak hanya dilakukan kepada masyarakat. Pemkot juga menggelar pelatihan untuk tenaga kesehatan di wilayah Kelurahan Manukan Kulon. Nakes yang mengikuti pelatihan diantaranya ada tujuh orang bidan, tujuh perawat, dan tiga dokter.
Rencananya, skrining kanker leher rahim itu dilakukan kembali pada Februari, minggu ketiga April hingga September 2025.
Upaya pemkot untuk mencegah kanker leher rahim, juga dioptimalkan melalui pemberian program nasional berupa layanan imunisasi HPV pada anak perempuan sekolah tingkat SD/MI/Sederajat, antara kelas 5 dan 6.
Pemkot juga menyediakan layanan skrining kanker leher rahim gratis di 63 puskesmas se-Surabaya. “Di 63 Puskesmas se-Surabaya sudah memiliki layanan skrining kanker leher rahim melalui metode IVA, dan semua masyarakat wanita usia 30-50 tahun yang sudah menikah, atau pernah kontak seksual, dapat mengakses layanan tersebut secara gratis,” tuturnya.
















