
Nugroho Agung Prasetyo
iniSURABAYA.com – Di tengah gemuruh dunia digital, keberadaan media arus utama—seperti radio, televisi, dan portal berita daring—sering kali dipertanyakan.
Banyak yang beranggapan bahwa kehadiran media sosial dan influencer telah menggantikan peran media konvensional dalam membentuk opini publik.
Namun benarkah demikian? Untuk menjawab fenomena tersebut, Nugroho Agung Prasetyo SSos MSi, Konsultan & Dosen Public Relations Universitas Bakrie memaparkan fakta menarik untuk pembaca iniSurabaya.com.
Justru di tengah disrupsi informasi, banjir konten, dan meningkatnya ketidakpercayaan publik terhadap institusi, media arus utama seharusnya menemukan kembali posisi strategisnya sebagai penjaga akurasi informasi, penyaring narasi, dan penyeimbang komunikasi publik.
Era digital melahirkan peluang sekaligus krisis. Platform-platform seperti YouTube, TikTok, dan X (sebelumnya Twitter) mempermudah siapa pun untuk menyuarakan pendapat.
















