
Nugroho Agung Prasetyo
Namun keterbukaan ini juga memicu infodemic—banjir informasi yang sulit diverifikasi. Dalam kondisi ini, kepercayaan menjadi mata uang terakhir.
Di sinilah letak kekuatan sejati media arus utama. Dengan standar jurnalistik yang melekat, media seperti Kompas, Tempo, Bisnis Indonesia, Kontan, SWA, dan jaringan radio berita nasional masih menjadi rujukan masyarakat ketika informasi perlu dikonfirmasi dan dipahami secara utuh.
Tetapi, untuk tetap menjadi mitra strategis dalam ekosistem komunikasi modern, media perlu berbenah. Bukan dengan mengabaikan jati diri jurnalistiknya, melainkan dengan membuka diri pada model kolaborasi yang adaptif dan etis.
Fungsi utama PR saat ini tidak lagi sekadar menyebarkan pesan. Mereka kini berperan sebagai arsitek persepsi, manajer isu, dan fasilitator dialog antara institusi dan publik.
Mereka membutuhkan media yang tidak hanya memberikan ruang tayang, tetapi juga membantu membingkai pesan dalam format yang dapat dipercaya dan berdampak jangka panjang.
















