Ironi Dunia Pendidikan: SD Negeri Sepi Peminat, Sekolah Agama Ramai

0
1722


‎Tak bisa dipungkiri, tren ‘keagamaan instan’ saat ini menjadi semacam candu sosial. Dianggap solusi segala masalah, apakah ekonomi, percintaan hingga pendidikan.

Lantas, sekolah-sekolah berbasis agama menjelma seperti supermarket spiritual yang menjual ‘jaminan surga’ dengan kemasan seragam putih dan jargon ‘berbasis sunnah’. ‎

‎Sementara itu, sekolah negeri yang selama ini menjadi tumpuan pendidikan egaliter: murah, terbuka, berbasis kebangsaan, kehilangan daya tariknya. Tak ada branding, tak ada sensasi. Padahal, dari sinilah dulu lahir para guru besar, seniman besar, teknokrat juga presiden. ‎

‎Indonesia akan menikmati bonus demografi dalam dua dekade mendatang. Tetapi jika sistem pendidikan dasar salah arah, bonus ini akan berubah menjadi bencana sosial. Jutaan generasi muda tanpa skill, tanpa daya saing, hanya bermodal hafalan doa dan moralitas semu. Jika itu terjadi, bonus demografi akan jadi bencana. ‎

‎Saat negara lain menyiapkan generasi dengan kecerdasan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), kita justru menanamkan ilusi bahwa hidup cukup dengan dalil dan pahala. Ini bukan semata soal keyakinan, tapi arah perjalanan bangsa dan negara. ‎

1 2 3 4 5

Comments are closed.