
“Puskesmas berkoordinasi awal minimal satu minggu sebelumnya untuk memastikan kesiapan sekolah dan orang tua,” urainya.
Terkait kesiapan SDM dan peralatan kesehatan dalam program CKG/PKG, Nanik menegaskan bahwa tenaga medis dan peralatan telah disiapkan sesuai kebutuhan di setiap Puskesmas pengampu.
“Tenaga kesehatan profesional dari Puskesmas (dokter, perawat, bidan, petugas gigi), telah ditugaskan sesuai kebutuhan sekolah. Peralatan standar pemeriksaan (timbang, tinggi badan, tensi, cek gula darah, gigi, mata, telinga) tersedia di setiap Puskesmas pengampu dan untuk bahan medis habis pakai (BMHP) telah dialokasikan sesuai sasaran proyeksi jumlah siswa per jenjang pendidikan,” tuturnya.
Untuk pengawasan dan evaluasi, Dinkes Surabaya menerapkan sistem monitoring rutin dua kali dalam seminggu pada Senin dan Jumat. Sistem monitoring dan evaluasi dilakukan dengan pemantauan capaian program setiap Puskesmas melalui aplikasi ASIK.
“Kami juga melakukan monev mingguan setiap hari Jumat dengan seluruh kepala puskesmas sesuai jadwal yang telah ditentukan (sesuai wilayah),” ujarnya.
















