Surabaya Terbakar: Malam Minggu Berubah Jadi Amuk Massa

0
575

‎‎Surabaya bukan satu-satunya. Di Makassar, Gedung DPRD dibakar hingga menewaskan tiga orang. Jakarta mencekam di sekitar Monas, halte TransJakarta porak-poranda. Rumah politisi parlemen, Uya Uya, Eko Patrio, A. Syahroni juga dijarah massa seperti halnya rumah Menkeu Sri Mulyani.

‎Bandung juga kacau dengan pos polisi terbakar dan ruko rusak di Asia Afrika. Medan berasap oleh ban-ban terbakar di Lapangan Merdeka. Kediri porak-poranda saat pos polisi, halte, dan kantor DPRD ikut dilalap api. Di NTB gedung DPRD pun ludes terbakar.

‎Kerusuhan yang dipicu atas meninggalnya Affan Kurniawan, penolakan kenaikan PBB, sorotan tunjangan DPR maupun reformasi kepolisian akhirnya berubah jadi amuk sosial nasional.

‎Mengapa Terjadi
‎Menurut Dr Andi Nugroho, sosiolog Universitas Airlangga, kerusuhan ini tak semata karena isu pajak. “Ini akumulasi frustrasi sosial. Rakyat merasa dicekik, sementara elit hidup mewah. Aksi yang awalnya demonstrasi berubah jadi pesta kemarahan massal,” ungkapnya.

‎‎Sementara pengamat politik Arum Dwi Santosa menilai Surabaya punya simbol tersendiri. “Grahadi itu ikon kekuasaan Jawa Timur. Ketika terbakar, itu bukan sekadar gedung yang hangus melainkan simbol runtuhnya kepercayaan pada negara.”

1 2 3 4

Comments are closed.